Penulis: Satria Fitrah Nugraha
NRP: 21323007
Abstrak:
Gempa bumi merupakan bencana alam yang berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan terhadap infrastruktur serta membahayakan keselamatan jiwa manusia. Oleh karena itu, deteksi dini dan penyampaian informasi secara cepat kepada masyarakat menjadi hal yang sangat krusial dalam upaya mitigasi risiko. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem pendeteksi gempa berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan multi-platform komunikasi guna memberikan peringatan secara real-time melalui aplikasi Telegram dan WhatsApp. Sistem ini memanfaatkan sensor MPU6050 untuk mendeteksi getaran dan pergerakan tanah, yang kemudian diolah menjadi nilai Skala Richter (SR) sebagai indikator kekuatan gempa. Berdasarkan hasil perhitungan, sistem akan secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada pengguna melalui Telegram dan WhatsApp apabila nilai SR melebihi ambang batas tertentu, serta mengaktifkan buzzer dan menampilkan informasi gempa pada LCD. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi getaran dengan nilai SR berkisar antara 0,67 hingga 5,10. Pengiriman notifikasi tercatat memiliki rata-rata waktu sekitar 1,4 detik untuk Telegram dan 2,6 detik untuk WhatsApp, yang termasuk dalam kategori cepat untuk sistem peringatan dini. Dengan dukungan platform IoT yang terhubung secara real-time, sistem ini diharapkan dapat memberikan informasi secara cepat dan akurat kepada masyarakat dalam menghadapi gempa bumi, sehingga meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi potensi kerugian.
Kata Kunci:
IoT, sistem pendeteksi gempa, telegram, whatsapp, peringatan dini, MPU6050, skala richter
Full Text: PDF
Penulis: Mohammad Bangkit Ramadhan
NRP: 21323019
Abstrak:
Penelitian ini mengkaji potensi air laut sebagai sumber pembangkit listrik menggunakan sistem pelat bimetalik dengan pendekatan eksperimental. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis rancangan dan alur kerja rangkaian pembangkit arus listrik berbasis air laut sebagai sumber energi alternatif. Eksperimen dilakukan di laboratorium teknik elektro dengan menggunakan prototipe pembangkit listrik tipe statik berbasis bimetal plat. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan tegangan yang signifikan seiring dengan penambahan volume air laut, dimana penggunaan 1 liter menghasilkan 0,86V, 2 liter menghasilkan 1,85V, dan 3 liter menghasilkan 2,57V. Pada pengujian dengan konfigurasi wadah terpisah, sistem menghasilkan tegangan 3,87V untuk empat wadah. Implementasi sistem oscillating water column di perairan Kendari
menghasilkan efisiensi sebesar 11,971%. Penelitian yang dilakukan di Nusantara Power Unit Pembangkitan Pacitan ini membuktikan bahwa teknologi air laut memiliki potensi sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, dengan prospek implementasi yang menjanjikan mengingat karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
Kata Kunci:
air laut, pembangkit listrik, pelat bimetalik, energi terbarukan, oscillating water column
Full Text: PDF
Penulis: Hakim Amrulloh
NRP: 21322023
Abstrak:
Sampah adalah material pencemar lingkungan yang selalu ada di setiap tempat. Untuk membatasi pencemaran, maka dilakukan pembakaran menggunakan mesin incinerator. Incinerator merupakan alat pembakar sampah yang menggunakan tungku sebagai media penampung sampah yang akan dibakar. Keuntungan penggunaan mesin incinerator adalah untuk mereduksi sebagian besar penimbunan sampah, mampu menurunkan polusi akibat penumpukan sampah dan membatasi area penyebaran api jika sampah dibakar. Dampak negative dari sampah yang terbakar adalah polusi asap juga bertambah yang mengakibatkan pengikisan pada atmosfer. Pada penelitian ini dirancang alat mesin pembakar sampah berbasis Arduino dengan filter asap. Tujuannya mengurangi sampah yang sering menjadi permasalahan di rumah tangga, memanfaatkan kemajuan teknologi dan juga mengurangi emisi karbon dari pembakaran sampah. Rancang bangun mesin incinerator ini mampu menampung sampah 10 kg satu kali pembakaran dan suhu saat beroperasi sekitar 250 oC – 550 oC. sampah yang dibakar adalah sampah organik dan anorganik meliputi kayu, daun, sayur, serbuk kayu, plastik, kertas, dan karet. Untuk kaca dan besi tidak bisa terbakar dikarenakan titik lelehnya melebihi kapasitas dari incinerator yaitu 1000 oC, Sedangkan suhu maksimal yang bisa ditahan oleh tungku adalah 850 oC. Asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah organik dan anorganik setelah melewati filter asap warnanya tidak kecokelatan tapi berwarna putih dan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan tanpa filter asap. Filter asap menggunakan media air untuk mendinginkan asap dan menyaring karbon yang masuk ke filter, sehingga asap yang keluar dari cerobong filter asap yang dikeluarkan suhunya lebih dingin dan kandungan emisi karbon berkurang. Maka dari itu hasil asap yang dikeluarkan dari filter asap mengurangi jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer yang nantinya bisa mengurangi kerusakan lapisan ozon dan mengurangi kualitas udara yang buruk.
Kata Kunci:
sampah, incinerator, arduino, filter asap, atmosfer, lapisan ozon
Full Text: PDF